Berbeda dengan zaman dulu, sekarang investasi bisa dilakukan dengan prakstis dan mudah. Cukup dengan genggaman smartphone, siapapun bisa mulai berinvestasi pada beberapa instrumen investasi. Apalagi untuk mulai berinvestasi sekarang tidak perlu modal besar, cukup mulai dengan puluhan sampai ratusan ribu tiap bulannya sudah bisa mengumpulkan dana investasi. Sebelum mulai investasi, ada baiknya untuk mengenal berbagai jenis instrumen investasi yang ada di pasaran yang akan dibahas berikut ini.
Logam mulia
Instrumen investasi pertama adalah logam mulia seperti emas yang bisa dikatakan paling populer untuk semua usia termasuk Ibu rumah tangga. Banyak Ibu rumah tangga memutuskan untuk berinvestasi emas karena nilainya terus naik dari tahun ke tahun. Di tahun 2016, harga emas untuk 1 gram masih dibawah 1 juta rupiah sedangkan tahun 2026 sudah di atas 2 juta rupiah. Angka tersebut menegaskan bahwa investasi emas bisa menguntungkan karena harganya terus naik. Emas juga bisa menjadi pelindung nilai aset dan terbukti bisa menahan laju inflasi.
Properti
Selain emas, ada juga investasi berbentuk fisik yaitu properti bisa rumah, apartemen, gedung, atau bangunan lainnya. Investasi yang satu ini untuk jangka panjang karena butuh waktu cukup lama untuk memperoleh return atau untung. Caranya cukup mudah mulai dari membeli tanah kemudian dibangun menjadi rumah dan menjualnya saat ada yang menawar dengan harga tinggi. Selain menjualnya, pemilik properti juga bisa menyewakan properti untuk memperoleh keuntungan secara rutin.
Deposito
Selanjutnya ada deposito yang hampir sama dengan menabung di bank. Perbedaan antara deposito dengan menabung terletak pada persentase bunga deposito lebih tinggi dari tabungan. Semakin lama menyimpan uang dalam bentuk deposito maka bunga yang akan didapatkan juga semakin tinggi. Tenor atau jangka waktu deposito bervariasi ada yang 12 bulan sampai 24 bulan. Kekurangannya dari instrumen satu ini adalah dana tidak bisa dicairkan sebelum jangka waktunya terpenuhi.
Reksa Dana
Instrumen investasi berikutnya dikenal dengan sebutan reksa dana yang dikelola langsung oleh manajer investasi. Beberapa investor akan menaruh dana investasi pada suatu wadah yang menjadi tanggung jawab manajer investasi agar menghasilkan keuntungan di masa depan. Reksa dana sangat cocok untuk investor pemula yang baru ingin memulai dan merasakan pengalaman berinvestasi. Reksa dana terbagi menjadi beberapa jenis ada reksa dana pasar uang (RDPU), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), reksa dana campuran, dan juga reksa dana saham.
Saham
Instrumen investasi yang terkenal dengan return paling tinggi adalah saham. Namun perlu diingat bahwa semakin tinggi return maka akan semakin tinggi juga risikonya. Saham adalah bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan yang ditawarkan dalam bentuk per lembar. Keuntungan yang diperoleh dari saham ketika harga jual lebih besar dibandingkan harga beli yang disebut dengan capital gain. Semakin besar capital gain yang diperoleh maka akan semakin besar keuntungan finansial sehingga berdampak pada peningkatan portofolio investasi.
Semua insturmen investasi di atas tentunya tidak selalu menawarkan keuntungan karena terkadang bisa rugi juga tergantung kondisi pasar. Untuk menjaga aset investasi yang sudah dibangun bertahun-tahun tentunya investor juga harus melindungi diri dan keluarganya dengan asuransi kesehatan terbaik.
Tidak perlu cari yang lain karena BCA Life sudah hadir sejak lama untuk memenuhi kebutuhan terkait produk asuransi kesehatan. Apalagi sekarang sudah ada beberapa produk asuransi kesehatan cashless yang banyak kelebihannya. Cukup tunjukkan kartu asuransi di rumah sakit maka semua biaya penanganan akan ditanggung BCA Life. Jangan sampai uang hasil investasi terpakai hanya untuk membayar rumah sakit karena tidak adanya asuransi, segera daftar asuransi BCA Life sekarang juga.