Upaya pengobatan stroke Surabaya RS Premier akan disesuaikan dengan jenis stroke yang Anda alami baik itu stroke iskemik maupun hemoragik.
Meski berbeda, tapi dua jenis stroke ini sama-sama berbahayanya karena berdampak mematikan.
Iskemik bisa terjadi saat aliran darah menuju otak terhambat. Sedangkan hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pecah.
Mau tahu lebih lanjut mengenai dua jenis stroke mematikan ini? Kenali arti hingga perbedaan stroke iskemik dan hemoragik di sini.
Perbedaan Stroke Iskemik dan Hemoragik
Penasaran dengan perbedaannya? Mari cek untuk tahu bedanya lebih lanjut di sini:
1. Definisi
Pertama, mari bahas definisinya. Laman Halodoc menyebut jika stroke iskemik terjadi karena terjadi penyumbatan darah beku di aliran darah yang menuju ke otak.
Pembekuan darah yang terjadi di aliran darah tersebut, bisa terpicu oleh banyaknya timbunan lemak.
Lebih lanjut, yakni stroke hemoragik. Jika iskemik terjadi karena penyumbatan, hemoragik terjadi karena pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah.
Hal ini terjadi karena pembuluh darah di otak penderita mengalami pelemahan. Akhirnya, darah yang tumpah bisa menumpuk dan akhirnya menghambat jaringan otak.
Saat jaringan otak terhambat dan tidak segera dapat penanganan, maka kondisi tersebut bisa fatal akibatnya. Misalnya, menyebabkan koma dalam waktu panjang bahkan kematian.
2. Gejala
Perbedaan stroke iskemik dan hemoragik juga dapat dilihat dari gejalanya. Kalau stroke iskemik, gejala yang muncul bisa secara tiba-tiba.
Contohnya mengalami pandangan mata yang tiba-tiba kabur, hilang keseimbangan, salah satu bagian tubuh mati rasa, sulit bicara dengan baik, atau sisi wajah tidak terkontrol.
Sedangkan untuk stroke hemoragik, gejalanya bisa berupa pertanda intraserebral. Misalnya, tiba-tiba sakit kepala, mual, muntah, lemah dan lumpuh, kejang, lemah lesu, hingga terdapat beberapa pertanda susulan.
Kalau pertanda susulannya berupa tidak bisa berjalan, pingsan, nafas tak teratur, dan bisa juga koma.
3. Penanganan
Keduanya juga berbeda jika melihat cara penanganannya. Pada stroke iskemik, Anda mungkin membutuhkan terapi trombolitik atau pemberian obat pengencer darah untuk melarutkan darah yang menggumpal.
Selain itu, butuh juga trombektomi mekanis yang akan berupaya menghilangkan gumpalan darah secara fisik memakai kateter.
Kemudian, bisa juga dengan obat antiplatelet seperti aspirin yang bisa mencegah terbentuknya gumpalan darah.
Sedangkan untuk stroke hemoragik, akan mendapatkan penanganan seperti pengendalian tekanan darah, reversal antikoagulan, dan juga pembedahan.
Namun, sudah tentu penanganan ini perlu Anda lakukan di tempat pengobatan stroke Surabaya terbaik untuk hasil yang maksimal.
RS Premier Surabaya bisa menyediakannya untuk Anda. Dengan dokter dan tim medis profesional, upaya untuk pulih dari berbagai jenis stroke akan lebih besar.
Jadi, itulah beberapa perbedaan antara stroke iskemik dan juga hemoragik yang perlu Anda ketahui. Semoga menambah pengetahuan!