Demo Ricuh di Tel Aviv, Massa Ingin Pertukaran Sandera serta Netanyahu Mundur, Bentrok dengan Polisi

Ribuan demonstran melakukan protes di kota kota di Israel tengah, termasuk Tel Aviv, untuk menuntut kesepakatan pertukaran sandera dengan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, Selasa (3/8/2024). Para pengunjuk rasa memblokir Begin Road di Tel Aviv dan meneriakkan slogan slogan, termasuk ingin Benjamin Netanyahu mundur dari Perdana Menteri (PM) Israel. “Siapa pun yang meninggalkan mereka (para sandera) harus membawa mereka kembali,” ujar para aksi massa, mengutip Yedioth Ahronot .

“Netanyahu meninggalkan mereka dan tidak layak untuk memerintah,” ujar demonstran lainnya. Para massa demo juga menginginkan warga Israel yang disandera Hamas dikembalikan dalam kondisi hidup. “Kami ingin mereka hidup, bukan di peti mati.”

Pertempuran terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa di Jalan Begin, Tel Aviv. Dan polisi menangkap beberapa pengunjuk rasa. Kalender Oktober 2024 Lengkap dengan Tanggal 30 Oktober 2024 Memperingati Hari Apa? Posbelitung.co

Pengakuan Agus Tikam Istri saat Live Facebook: Emosi Korban Masih Berhubungan dengan Mantan Suami Serambinews.com Asal Usul Lily Anak Raffi Ahmad Terbongkar, Ada Hubungan dengan Ridwan Kamil, Nagita Akhirnya Ngaku Sripoku.com Sementara itu demonstrasi besar lainnya terjadi di Rehovot, dekat Tel Aviv, di mana sekitar 1.000 orang berkumpul untuk mendukung keluarga Nimrod Cohen, seorang tentara yang ditawan di Jalur Gaza.

Para pengunjuk rasa menuntut pembebasannya. Ratusan orang di Herzliya berkumpul di dekat rumah anggota Knesset Yuli Edelstein, yang mengetuai Komite Keamanan dan Pertahanan Knesset. Para pengunjuk rasa juga berkumpul di Persimpangan Ra’anana di Rute 4, tempat para pengemudi berhenti untuk menunjukkan solidaritas.

Protes meningkat setelah pengumuman tentara Israel tentang enam tawanan Israel yang tewas dari Gaza. Diketahui Israel menyaksikan protes massal yang menyalahkan pemerintah Netanyahu karena tidak memulangkan para sandera hidup hidup melalui kesepakatan pertukaran tahanan dengan faksi faksi Palestina. Israel memperkirakan lebih dari 100 sandera ditahan oleh Hamas di Gaza saat ini, beberapa di antaranya diyakini telah terbunuh.

Amerika, Qatar dan Mesir telah berusaha selama sebulan untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk memastikan pertukaran tahanan dan kesepakatan gencatan senjata serta memungkinkan bantuan kemanusiaan memasuki Gaza. Namun upaya mediasi terhenti karena penolakan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk memenuhi tuntutan Hamas yakni menghentikan perang, mengutip Anadolu Agency . Hingga saat ini Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza.

Serangan gencar tersebut telah mengakibatkan lebih dari 40.800 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak anak. Dan hampir 94.300 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat. Blokade yang sedang berlangsung di Gaza telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih dan obat obatan, menyebabkan sebagian besar wilayah tersebut hancur.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *