7 Fakta Pembunuhan Wanita dalam Koper, Motif hingga Identitas Lengkap Pelaku

Kasus pembunuhan wanita dalam koper bernama RM (50) hingga kini masih terus diselidiki. Sebelumnya, jasad RM itu ditemukan di semak semak Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024). Lalu, hampir enam hari kemudian, pelaku bernama Ahmad Arif Ridwan Nuwloh alias AARN (28) ditangkap oleh polisi di Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (1/5/2024).

Selama penyelidikan, polisi banyak medapatkan temuan baru mengenai kasus tersebut. Dari rekaman CCTV, fakta terbaru mengenai pelaku yang baru saja menikah, hingga identitas lengkap pelaku. Pelaku pembunuhan wanita dalam koper di Bekasi bernama belum lama ini diketahui sudah menikah.

Pelaku ditangkap empat hari menjelang respsi pernikahannya. Berdasarkan penyelidikan sementara, motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena faktor ekonomi. Fakta Pembunuhan Wanita dalam Koper, Motif hingga Identitas Lengkap Pelaku

Fakta Pembunuhan Wanita dalam Koper, Sempat Disetubuhi Pelaku Motif Asmara Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Pelaku Sakit Hati Kata kata Korban Terungkap Motif Pembunuhan Wanita Dalam Koper Di Bekasi, Pelaku Butuh Biaya Buat Menikah

Motif Pembunuhan Wanita dalam Koper, Pelaku Ingin Kuasai Uang yang akan Disetor Korban Motif Pembunuhan Jasad Wanita di Dalam Koper Terungkap, Polisi: Ekonomi, Pelaku Mau Nikah Motif dan Jabatan Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Koper, Ambil Uang Perusahaan Rp43 Juta

Kronologi Kasus Pembunuhan Wanita Dalam Koper: Pelaku Tak Beraksi Sendiri hingga Salah Beli Koper Pelaku membutuhkan uang untuk biaya resepsi pernikahannya tersebut. Pelaku kemudian diduga mengambil uang perusahaan tempat korban bekerja.

Meski sudah menikah, pelaku diketahui juga sempat menyetubuhi korban sebelum membunuhnya. "Masih didalami untuk motifnya, karena korban sempat disetubuhi, diambil duitnya, duit kantor yang mau di setor ke bank," ungkap Rovan. Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan uang yang berhasil pelaku ambil sebesar Rp 43 juta.

"Iya (uang) yang diambil pokoknya Rp43 juta," jelasnya. Meski demikian, kata Rovan, penyidik masih membuka kemungkinan akan dugaan motif lainnya. Saat ini penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti bukti.

"Sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi dan diperkuat dengan bukti bukti yang dikumpulkan oleh penyidik," ujar dia. Sebelum membunuh RM, pelaku sempat mengajak korban ke hotel di kawasan Bandung, Jawa Barat. Dari rekaman CCTV hotel yang menampilkan pelaku dan korban, keduanya tampak masuk ke sebuah kamar hotel sekira pukul 09.51 WIB.

Saat itu, pelaku menggunakan pakaian serba hitam dan tengah memegang ponsel di tangan kiri. Sementara itu, korban tampak mengenakan pakaian berwarna oranye dengan jilbab abu abu sambil membawa tas. Kemudian, sekira pukul 18.39 WIB, pelaku terlihat keluar dari kamar dengan membawa koper hitam di tangan kanan dan kantong hitam di tangan kiri.

"Terduga pelaku terekam di CCTV sebuah hotel di Bandung, membawa koper hitam," ujar Kombes Ade, Rabu (1/5/2024), dikutip dari Wartakotalive.com. Polisi menetapkan pembunuh RM sebagai tersangka. Tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh polisi setelah ditangkap di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

"Untuk sementara pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Gulnard saat dihubungi, Kamis (2/5/2024). Adapun, polisi menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan dilapis dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Atas perbuatannya itu, tersangka terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku diketahui lahir di Tangerang, pada 28 Mei 1995. Berdasarkan alamat di KTP,AhmadArifRidwanNuwlohtinggal di Sukamana Rajeng, Tangerang Banten. Di perusahaan tempatnya bekerja bersama RM, pelaku berprofesi sebagai team audit.

Penangkapan pelaku pembunuhan RM tersebut telah diketahui oleh keluarga korban. Sepupu korban bernama Anjar Gumilar mengaku, telah mendengar kabar penangkapan tersebut dari penyidik. Anjar pun berharap, pelaku bisa diberi hukuman sebrat beratnya.

"Kami diberi informasi tadi subuh oleh penyidik kalau pelakunya telah ditangkap." "Harapan kami pelaku bisa dihukum sebesar beratnya," ujar Anjar, Rabu (1/5/2024). Anjar juga mengatakan, hingga saat anak anak dari korban masih belum sepenuhnya menerima kepergian orang tuanya.

"Kami, terutama anak anaknya meminta kepada kepolisian supaya pelaku diberi hukuman yang setimpal," ucapnya. Kombes Ade mengungkapkan, mayat korban berinisial RM ditemukan berawal ketika petugas kebersihan yang sedang bertugas menemukan sebuah koper di semak belukar sekitar pukul 08.00 WIB. "Ada enam saksi yang diinterogasi oleh Polres Metro Bekasi, berawal dari saksi A tiba di TKP, kemudian lagi membersihkan sampah liar di TKP. Kemudian setelah berjalan beberapa meter para saksi melihat tas tergeletak di pinggir jalan," jelasnya.

Saksi kemudian memegang koper, tetapi curiga karena merasa berat, ia lantas melaporkan penemuan koper tersebut kepada Polsek Cikarang Barat. "Saat itu juga jajaran polres melakukan cek TKP, kemudian membuka isi tas dan ditemukan mayat seorang wanita," ucap Kombes Ade. Saat ditemukan, mayat tersebut sudah dalam kondisi luka remuk di bagian kepala kiri serta hidung mengeluarkan darah.

Namun, Kombes Ade memastikan Rini bukan korban mutilasi, karena jasadnya masih utuh saat ditemukan. "Mayat wanita ini ditemukan luka remuk di bagian kepala sebelah kiri, hidungnya mengeluarkan darah, bibir pecah." "Dan selanjutnya di bawa ke RS untuk autopsi dan saat ini Polres Metro Bekasi sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan," tuturnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *